Anda lupa, tapi Rabb Anda Tidak Pernah Lupa
Bismillah,
Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.
Ada yang bisa menghitung jumlah buih? Banyak. Rasanya nggak ada nilai bilangan yang bisa dengan akurat menghitungnya.
Begitu juga dengan dosa. Teringat beberapa hari lalu, salah satu ustadz (hafizhahullah) menyampaikan, "Coba Anda ingat dosa-dosa Anda dari sejak Anda baligh sampai sekarang, apa Anda bisa ingat semuanya? Anda mungkin bisa lupa, tapi Rabb Anda tidak pernah lupa."
Aku langsung terenyak waktu denger kalimat ini.
Mungkin kita bisa menghitung beberapa dosa yang kita anggap besar, tapi gimana dengan dosa-dosa kecil yang kita anggap remeh? Yang kita lupakan? Atau mungkin, nggak kita sadari? Bisa jadi orangtua kita tersinggung saat kita berbicara, tapi karena mereka sayang sama kita jadi ya mereka diem aja. Bisa jadi ada teman kita yang merasa terzhalimi karena sikap kita, tapi karena mereka baik banget, jadinya mereka nggak bahas masalah itu. Gimana kalau ada pengguna jalan yang nggak kita kenal merasa kesal sama kita karena kita potong jalan sembarangan, misalkan. Tapi karena nggak saling kenal, dan karena lagi di jalan ramai, akhirnya mereka biarkan aja kita jalan terus.
Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.
Kalau yang sedikit itu pahala kebaikan mah, enak.
Lah kalau dosa?
Astaghfirullah.
Alhamdulillah, islam ini begitu indaaaaaah. Allah Al-Muhsin, Yang Maha Baik. Amalan yang ringan aja, yang bisa kita kerjakan sambil nyapu rumah atau motongin sayur, bisa mengcover dan menjadi penghapus dosa-dosa sebanyak buih. Subhanallah.
Jadi sangat-sangat salah ketika ada orang berpikir bahwa islam itu buruk hanya gara-gara oknum yang mengatasnamakan islam dan syariat yang menyimpang untuk melakukan keburukan (seperti bom bunuh diri beberapa waktu lalu). Ngapain juga bunuh diri, membahayakan diri dan orang lain, lha wong amalan sederhana aja Allah berikan supaya umat muslim merasa mudah, kok.
Dalam islam diajarkan tentang menyingkirkan gangguan di jalan, dan itu berpahala. Tersenyum, itu berpahala. Berbicara/lisan yang baik, itu pahala. Menanam tanaman, itu pahala. Dan ada pihak-pihak yang seenaknya mencoreng kebaikan demi kebaikan ajaran agama islam dengan cara yang gak masuk akal yaitu bom bunuh diri? Subhanallah. Semoga Allah jaga kita semua dari penyimpangan-penyimpangan semacam ini. Semoga Allah jaga kita semua di atas jalan yang lurus. Semoga Allah berikan hidayah untuk kita semua. Semoga Allah mudahkan untuk mengamalkan amalan-amalan yang shahih dan kita bisa istiqomah di atasnya.

.jpg)
Comments
Post a Comment